Pengertian Transistor Beserta Fungsi Dan Jenisnya Lengkap

Posted on

Pengertian Transistor Beserta Fungsi Dan Jenisnya Lengkap – Semakin hari semakin maju perkembangan zaman apa lagi melihat dari sudut pandang dunia elektronik yang menjadi semakin banyak dan ramai di gunakan.

Di dalam mengerjakan atau membuat suatu alat elektronik yang baik akan membutuhkan beberapa komoonen atau elemen yang tepat sebagai penghubungnya agar menjadi suatu rangkaian elektronik yang bermanfaat dan berguna.

Salah satu alat komponennya adalah transistor yang banyak di gunakan di segala jenis alat elektronik keanyakan pada saat ini. Sebenarnya apa itu transistor akan di jelaskan dengan fungsi dan juga jenisnya lengkap sebagai berikut.

Pengertian Transistor

Transistor merupakan suatu komponen elektronika yang berguna untuk dapat menguatkan, menjadi pemutus sirkuit, penyambung, stabilitas tegangan, dan yang lainnya. Fungsi dari transistor ini adalah menjadi kran listrik yang mana telah berdasarkan kepada tegangan dari inputnya dengan memungkinkan pengalihan listriknya akan akurat dengan sumber dari sumber listrik.

Fungsi Transistor

Transistor memiliki fungsi untuk menjadi:

Menjadi saklar elektronik

Dengan mengatur bias yang ada di dalam transistor hingga transistor jenuh akan dapat hubungan singkat dengan kaki konektor dan juga emitor, inilah yang menjadi saklar.

Menjadi penguat arus

Dengan merangkai transistor yang di gunakan menjadi power supply dengan jumlah tegangan yang di atur. Agar dapat di gunakan menjadi penguat arus maka transistor harus di biaskan dengan tegangan yang constant di basisnya untuk membuat emitor mengeluarkan tegangan tetap. Tegangan bias dapat di gunakan di diode zener.

Penguat sinyal AC

Fungsi yang lain dari transistor adalah sebagai penguat sinyal AC dan yang lainnya.

Jenis Transistor

Transistor memiliki beberapa jenis atau tipe yang pada awalnya hanya ada 2 tipe transistor yaitu transistor biopolar (BJT) dan Field-Effect Transistor (FET) dengan cara kerjanya yang berbeda. Berikut adalah penjelasannya:

Transistor Biopolar (BJT)

Transistor ini di namakan demikian karena memiliki kanal induksi dengan 2 polaritas yang membawa muatan electron dan lubang yang berguna untuk membawa muatan atau arus listrik. Di dalam BJT ini arus listrik utama harus dapat melewati satu daerah atau lapisan yang menjadi pembatas dengan nama depletizon dan itu memiliki ketebalan lapisan yang dapat di atur dengan kecepatan tinggi utnuk dapat mengatur aliran arus utamanya.

Field-Effect Transistor (FET)

Transistor ini di namakan dengan transistorunipolar karena dengan memakai satu jenis saja yang membawa muatan (electron atau hole hanya tergantung dari tipe FET) saja. Di dalam FET memiliki arus listrik utama yang masuk di dalam satu kanal konduksi yang sempit dengan depletion zone du sisinya. Dengan memiliki ketebalan yang berada di daerah perbatasannya dan dapat di ubah dengan merubah tegangan yang di berikannya dengan maksud mengubah ketebalan dari kanal konduksi.

Kategori Transistor

Transistor memiliki beberapa kateorinya secara umum yaitu:

Berdasarkan tipe

UJT, BJT, VMOSFET, MESFET, JFET, IGFET (MOSFET), HBT, MISFET, HEMT, IGBT, dan yang lainnya.

Berdasarkan materi semikonsuktor

Silicon, germanium, dan grallium arsenide.

Berdasarkan kemasan fisiknya

IC, through hole plastic, through hole metal, surface mount, dan yang lainnya.

Berdasarkan polaritas

NPN atau N-channel dan PNP atau P-channel.

Berdasarkan maximum kapasitas daya

low, medium, dan high power.

Pengertian Transistor Beserta Fungsi Dan Jenisnya Lengkap

Berdasarkan Maximum Frekuensi kerja

Low frequency , medium frequency, atau high frequency, microwave, RF transistor, dan yang lainya.

Berdasarkan aplikasi

Amplifier, general purpose, saklar, audio, tegangan tinggi, dan yang lainnya.

Sekianlah penjelasan mengenai Pengertian Transistor Beserta Fungsi Dan Jenisnya Lengkap yang di jelasakan oleh seputarpengetahuan. Dengan adanya transistor maka alat-alat elektronik memiliki trobosan baru dalam pengembangannya. Semoga bermanfaat 🙂